Monday, June 19, 2006
Damage Sukawana Trail

Pola tanah di Sukawana Trail, lereng utara Tangkuban Parahu, Bandung Utara yang terdegradasi oleh kegiatan otomotif yang kurang memperhatikan impact terhadap alam diperparah erosi air hujan.


Erosi tanah timbul disebabkan oleh serasah/tanaman bawah dan top soil yang hilang akibat gerusan ban ban kendaraan yang melaju di lintasan tersebut.


Menjadi semakin berat setelah pada musim hujan, air menggerus tidak tertahan di permukaan tanah yang tidak terlindung, dan meninggalkan jejak jejak air yang cukup dalam.


Kerusakan pertama diperkirakan dimulai ketika ada pembukaan lahan untuk event offroad bermobil (tahun 2001 ?). Sejak saat itu sampai sekarang, lintasan lintasan di lereng Tangkuban Parahu ini (kami sering menyebutnya The Devil's Playground) kerap digunakan sebagai ajang kegiatan berkendaraan offroad baik resmi maupun non-resmi.


Penutupan lintasan merupakan salah satu alternatif dalam usaha mengembalikan kondisi lahan. Namun kami menyadari, bahwa solusi ini mungkin tidak dapat diterima oleh semua pihak. Saat ini kami masih bisa bermain dan menikmati keindahan alam Sukawana dengan cara kami masing masing, mungkinkah anak cucu kami masih dapat merasakan hal yang sama ?


Mari kita jamin hal tersebut dengan melakukan aktifitas yang memperhatikan kaidah konservasi dan meminimalisir akibat yang kita timbulkan terhadap alam.
(semua gambar diambil pada pertengahan mei 2006, berita dikirimkan oleh Sahabat Sukawana)




